Minggu, 07 September 2014

Teman Hidup

BY: TULUS

Dia indah meretas gundah
 Dia yang selama ini ku nanti 
Membawa sejuk, memanja rasa 
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
 Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
 Berdua kita hadapi duniaKau milikku ku milikmu kita satukan tuju
 Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu 
Kau milikku, ku milikmu
Di dekatnya aku lebih tenang
 Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku 
Berdua kita hadapi dunia
 Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
 Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
 Banyak cobaan untuk kisah cinta kita 
Jangan cepat menyerah
 Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
 Berdua kita hadapi dunia 
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
 Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu 
Kau jiwa yang selalu aku puja

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

BY: TULUS

Tak sulit mendapakanmu 
Karna sejak lama kaupun mengincarku
 Tak perlu lama-lama
Tak perlu banyak tenaga
 Ini terasa mudahh.
.Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
 Kau selalu memuji,  apapun hasil tanganku
 Yang tidak jarang payah
Jangan cintai akuapa adanya jangaaaaan
tuntutlah sesuatu biar kita jalan kedepana
ku dimana jadi petamu
aku ingin jadi jagoanmu 

Jumat, 10 Januari 2014

First Rabbit ( Kelinci Pertama )



Suatu hari di dalam hutan ditemukan..
Lubang yang berlanjut terus entah kemana..
Di depan kegelapan teman di sekitarku..
Hanya terdiam mengintip tanpa bergerak..

Entah mengapa …dada ini berdebar
Ku kan menjadi yang pertama berlari…….

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi ku takkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku..
Ayo jadi kelinci yang pertama..

Daripada hanya bicara sok tahu tentang...
Hal yang asing bagimu ayo mandi di lumpur
Di malam sendirian..bintang kan jadi teman..
Tingalkanlah jejak langkah diri sendiri..

Walaupun jadi…. sekhawatir apapun
Ku berlari lebih dari siapapun…..

Setiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir dada terasa sakit
Meski begitu ku tetap takkan menyerah...
Ayo jadi kelinci yang pertama..

Siapapun pastilah dapat merasakan
Bahwa dirinya hidup saat darahnya mengalir
Jangan sia...siakan nyawamu

Aku tidak takut pada luka dan sakit
Apa yang terjadi ku takkan gentar
Pergi untuk mencari impian milikku..
Meskipun ada yang menghalangi untuk sampai ketujuan

Setiap terluka jadi makin dewasa
Air mata mengalir dada terasa sakit
Meski begitu ku tetap takkan menyerah...
Ayo jadi kelinci yang pertama..



Sumber: JKT 48

Saat Kau Temukan Aku



Aku yang telah membiarkan rasa itu tumbuh dan tumbuh
Aku yang telah menumbuhkan cinta di dalam hati itu
Kini harus ku sadari , ku telah jadi milikmu
Saat kau temukan aku saat ku temukan engkau
Duniaku terasa damai
Penuh cinta bila kau disini
Saat ku temukan kamu saat kau temukan aku
Hati ku selalu damai penuh cinta
Aku yang telah membiarka rasa itu tumbuh dan tumbuh
Aku yang telah menumbuhkan cinta di dalam hati itu

Sumber: seventeen

Ragam Tulisan



1.   Narasi
Narasi adalah jenis karangan yang menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman berdasarkan urutan waktu (kronologis). Narasi terdiri atas narasi ekspositoris dan artistic atau literer.
a.    Narasi ekspositoris, yaitu tulisan yang menginformasikan peristiwa dengan bahasa yang lugas dan konfliknya tidak terlalu kelihatan.
b.    Narasi artistic atau literer. Narasi artistic inilah yang sesungguhnya murni sebagai tulisan narasi.
Isi karangan narasi bias betul-betul terjadi (nonfiksi) atau hanya khayalan semata (fiksi)
2.   Deskripsi
Deskripsi adalah jenis karangan yang melukiskan atau menggambarkan suatu objek apa adanya, sehingga pembaca ikut juga merasakan , mengalami, melihat, dan mendengarkan apa yang ditulis si pengarang itu. Objek yang dilukiskan itu bias manusia, alam, lingkungan sekitar kita, binatang, dan sebagainya.
3.   Eksposisi
Eksposisi adlah jenis karangan yang bertujuan menambah pengetahuan pembaca dengan cara memaparkan informasi secara akurat. Eksposisi memerlukan data yang diperkuat oleh angka, peta, stastitik, serta memerlukan analis dan sintesi dalam pemecahan masalahnya. Salah satu bentuk tulisan eksposisi adalah laporan.
4.   Argumentasi
Argumentasi adalah jenis karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca dengan bukti-bukti, alas an, atau pendapat yang kuat, sehingga gagasan yang dikemukakan penulis dapat diyakini/dipercaya oleh pembaca. Dalam penulisa prosa argumentasi, kerangka karangan yang dibuat sebaiknya berdasarkan urutan sebab-akibat dalam pemecahan masalahnya.

Pidato



1.   Pengertian Pidato
Pidato adalah berbicara di depan umum. Jika pidato tadi bersifat ilmiah disebut ceramah. Teks pidato adalah bahan tertulis yang digunakan untuk berpidato/berceramah. Bila teks tadi dibuat sendiri oleh si pemidato disebut naskah piadto.
2.   Manfaat pidato
A.   Kita dapat menyampaikan gagasan dengan tertib/baik teratur dan lancar.
B.    Kita dapat menyampaikan gagasan dengan bahasa yang baiak dan benar, mudah dipahami dan sesuai dengan kemampuan pendengar.
C.   Kita dapat menghindari kekurangan/kealpaan.
D.   Kita memiliki bukti autentik bila sewaktu-waktu diperlukan.
3.   Petunjuk ringkasan menyusun teks/naskah pidato
A.   Bagian awal (pendahuluan)
Bagian ini berfungsi sebagai pengantar dan penarik perhatian, lazimnya berisi:
Ø  Ucapan salam;
Ø  Ucapan penghormatan terhadap hadirin (ucapan ini dapat dirinci atau digeneralisasikan);
Ø  Ucapan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
Ø  Penegasan bahwa persoalan yang disampaikan memang penting;
Ø  Penyampaian latar belakang masalah;
Ø  Subjektivitas tidak perlu ditonjolkan.
B.    Bagian isi/tubuh teks
Bagian ini berisi suatu pesan yang ingin disampaikan oleh si pemidato. Uraian isi harus disertai keterangan, bukti, contoh, angka, ilustrasi, dan lain-lain. Dalam isi tadi kita harus dapat meyakinkan pendengar bahwa pesan tadi memang benar dan nyata. Benar berarti alasan dan buktinya dapat dipercayai.
C.   Simpulan berisi ringkasan mengenai sesuatu yang telah disampaikan. Selain itu harus mengandung ajakan agar pendengar mau melaksanakan suatu yang disampaikan pemidato.
4.   Membacakan teks pidato
A.   Masalah artikulasi harus benar-benar diperhatikan. Artikulasi harus jelas karena dapat membantu makna kata atau makna bahasa.
B.    Masalah intonasi dan aksentuasi. Intonasi jangan monoton.
C.   Pause (pemberhentian)
Jeda atau pemberhentian ini menandai tempat berhenti atau pengambilan napas. Jeda harus tepat, sebab jika tidak akan menggangu makna.
5.   Metode Berpidato
A.   Metode impromptu yaitu metode atau cara berpidato tanpa persiapan. Isinya disesuaikan dengan keperluan sesaat.
B.    Metode teks atau naskah yaitu cara berpidato dengan menggunakan naskah/teks.
C.   Metode menghafal yaitu cara berpidato dengan menghafal teks.
D.   Metode ekstemporan yaitu cara berpidato yang teksnya dibuat secara garis besar.
6.   Syarat Berpidato
A.   Orator memiliki keberanian/tampil di depan umum
B.    Orator memiliki ketenangan sikap di depan umum.
C.   Orator mampu menggunakan bahasa yang baik dan benar.
D.   Orator menguasai bahan pidato.
E.    Orator berpenampilan menarik.
F.    Orator mampu berinteraksi dengan pendengar.
7.   Tujuan Berpidato
A.   Menyampaikan informasi (bersifat eksposisi).
B.    Mengajak pendengar/memberikan imbauan (persuasi).
C.   Memberikan pendapat/pengetahuan kepada pendengar.
D.   Memberikan hiburan.