Sabtu, 14 September 2013

Masih Tetap Puisi



Cinta
Setiap orang pasti merasakan cinta

Entah cinta pada tuhan, orangtua, keluarga, teman ataupun cinta pada seseorang kekasih

Cinta itu membuat insan bahagia

Namun kadang membuat sakit hati

Cinta engkau adalah anugrah Tuhan

Tiap detik selalu hadir dalam kehidupan

Membuat tiap orang merasa terpukau

Atas kedatanganmu yang tak menentu

PUISI



Bunga

Tiap hari baumu semerbak

Di tiap jam,menit, maupun detik

Baumu selalu mengharumi ruangan ini

Dirimu bagaikan penyejuk hatiku

Bermacam-macam bentukmu

Kadang engkau sebagai lambing cinta

Warnamu sangatlah indah

Rupamu sangat elok

Sehingga membuat banyak orang menyukaimu

KARYAKU



Angsa Bersahabat Dengan Itik
Jenis cerita: Fabel
Oleh: Azizah Niken Mawar

Pada suatu hari ada seekor itik yang sedang bermandi di sungai kecil, ia bernama Mimy. Ia kelihatan sangat senang sekali. Kemudian ada seekor angsa dan ibunya datang menghampirnya. Angsa itu bernama Cici. Cici angsa yang sangat baik.
Lalu merekapun berkenalan “siapa namamu?” Tanya Mimy. “namaku Cici dan ini ibuku, kamu siapa? “ namaku Mimy. Kemudian mereka mandi berenang bersama di sungai itu, sambil bercerita tentang kesehariannya masing-masing. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
Pada malam harinya terjadi hujan lebat dan angin kencang, rumah Cici mengalami kerusakan yang sangat parah, ibunya Cici tertimpa kayu pohon yang tumbang akibat terjadinya musibah itu. Ibunya pun terluka sangat parah . Ibunya Cici meninggal, cici sangat sedih. Sebelum ibunya meninggal, ia berpesan pada cici agar menjadi anak yang baik dan tetap semangat untuk menjalani hidup.
Keesokan harinya saat cici berjalan menuju sungai, ia berharap akan bertemu dengan Mimy. Ternyata  benar di sungai ia bertemu dengan mimy dan saudaranya, wajah cici masih sangat terlihat sedih. Mimy bertanya “kenapa kamu sedih ci?” cici menjawab “ Ibuku semalam meninggal my, karena tertimpa pohon yang tumbang.” Aku sekarang tinggal sebatang kara.
Mimy mengajak cici untuk tinggal bersama di rumah mimy. Dengan rasa senang cici menerima ajakan cici. Mereka lalu berjalan menuju rumah mimy.
Sampai di rumah mimy berkata” Ibu ini sahabat mimy,ia sekarang tidak memiliki ayah dan ibu, bolehkah cici tinggal di sini?” boleh nak,”jawab ibu. Cici disambut sangat baik oleh keluarga mimy. Keluarg mimy sudah menggangap cici seperti saudaranya sendiri. Merekapun hidup bersama-sama dengan suka cita.